5 Perbedaan Antara Myelofibrosis Dengan Leukimia

By | March 6, 2018

5 Perbedaan Antara Myelofibrosis Dengan Leukimia – Pastinya masalah yang berhubungan dengan kelainan pada darah sangat erat kaitannya dengan penyakit kanker darah atau leukimia yang bisa menyebabkan kematian.

Namun sebenarnya ada banyak sekali gangguan kesehatan yang menganggu produksi sel darah dalam tubuh manusia, salah satunya myelofibrosis.

5 Perbedaan Antara Myelofibrosis Dengan Leukimia

Dimana sumsum tulang mengalami infeksi sehingga terbentuk jaringan parut atau fibrosis.Jaringan parut tersebut menyebkan produksi sel darah merah terganggu hingga menjadi abnormal.

Jaringan parut tersebut bisa terjadi akibat adanya mutasi genetik yang disebabkan oleh berbagai pemicu dari luar tubuh.Biasanya tanda-tanda leukimia dan myelofibrosis tidak jauh berbeda, dimana tanda awalnya dari kedua penyakit tersebut jarang di rasakan.

Namun saat sel telah menjadi abnormal dan ganas maka perkembangannya akan menjadi saat cepat sehingga menunjukan gejala leukimia pada orang dewasa yang sangat menyiksa.

Gejala leukimia memang umumnya bisa membuat tubuh penderitanya sangat lemas dan sering mengalami anemia karena kekurangan sel darah merah.Untuk penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun faktor di luar tubuh maupun faktor genetik memberikan pengaruh cukup besar terhadap munculnya penykit tersebut.

5 Perbedaan Antara Myelofibrosis Dengan Leukimia

Meskipun myelofibrosis sering juga disebut dengan leukimia, namun terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya.Karena beda jenis kanker beda pula pengobatan yang diperlukan dari kedua penyakit tersebut.

Berikut ini ada beberapa perbedaan antara myelofibrosis dengan leukimia yang perlu anda ketahui diantaranya :

(1) Faktor Keturunan

Pada umumnya penyakit kanker tidak bisa diturunkan, namun bisa memberikan risiko yang lebih tinggi pada orang yang memiliki riwayat keluarga yang menderita leukimia, karena itu faktor keturunan bisa berpengaruh terhadap kanker darah.

Sedangkan pada myelofibrosis, infeksi yang terjadi pada sumsum tulang belakang bisa terjadi pada siapa saja dan kebanyakan menyerang orang lanjut usia.Maka oleh karena itu, bisa dikatakan tidak ada faktor keturunan yang mempengaruhi seseorang untuk terserang myelofibrosis.

(2) Lokasi Terjadinya Mutasi Genetik

Pada myelofibrosis, mutasi genetik terjadi pada sumsum tulang belakang sehingga membentuk jaringan parut yang menghambat produksi sel darah merah.

Produksi sel darah merah yang abnormal menyebabkan berbagai gangguan seperti anemia karena jumlah sel darah merah yang sangat rendah dari jumlah normal.

Sedangkan pada leukimia, mutasi gen terjadi pada pembentukan sel darah merah, dimana sel darah putih diproduksi secara berlebihan bahkan tetap dihasilkan meski tubuh mengisyarakatkan untuk berhenti.

Akibatnya sel darah putih sangat banyak hingga menekan jumlah sel darah merah yang menyebabkan berbagai gangguan kesehatan muncul.

(3) Gejala Yang Ditimbulkan

Meskipun myelofibrosis dan leukimia sama-sama bisa mempengaruhi fungsi hati dan limpa, yang paling besar memberikan pengaruh adalah myelofibrosis yang bisa menyebabkan pembesaran pada hati dan limpa.

Selain sumsum tulang belakang, sel darah merah juga dihasilkan oleh limpa dan hati meski jumlahnya tidak sebesar pada sumsum tulang belakang.

Saat produksi sel darah merah pada sumsum tulang mengalami penurunan, maka hati dan limpa akan bekerja keras untuk menyeimbangkan jumlahnya dalam tubuh, akibatnya kedua organ tersebut bisa mengalami kerusakan atau peradangan.

(4) Perbedaan Pada Jumlah Sel Darah Putih

Myelofibrosis membuat produksi sel darah putih yang menurun sehingga seringkali penderitanya memiliki daya tahan tubuh yang lemah.Berbanding berbalik pada penderita leukimia yang justru produksi sel darah putih sangat berlebihan sehingg darah merah menjadi terdesak dan berkurang.

Kelebihan sel darah putih juga membuat penderitanya menjadi lemah karena antibodi tersebut justru menyerang sel sehat tubuh.Gejala yang ditunjukan kedua penyakit tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda sehingga untuk membedakannya perlu pemeriksaan lebih lanjut.

(5) Kerusakan Tulang Belakang

Penderita myelofibrosis biasanya tidak selalu mengalami kerusakan pada sumsm tulang belakangnya, hanya saja pembentukan jaringan parut yang membuat sumsum tulang belakang mengalami gangguan dalam memprosuksi sel darah merah.

Berbeda dengan leukimia yang menggerogoti sumsum tulang belakang sehingga bisa menyebabkan kerusakan permanen dan mengacaukan produksi darah dalam tubuh.

Baik kekurangan produksi sel darah merah maupun kondisi terdesaknya jumlah sel darah merah dalam tubuh bisa menyebabkan anemia kronis dalam tubuh pun menjadi sangat lemah.

Itulah beberapa perbedaan antara myelofibrosis dan leukimia yang perlu anda ketahui, guna untuk mencegah terjadinya hal-hal buruk akibat kedua penyakit tersebut.

Untuk pengobatan leukimia tentunya sangat mahal dan sulit dilakukan, karena itulah lebih baik jika melakukan pencegahan, salah satunya dengan cara rutin mengkonsumsi makanan pencegah leukimia yang berkhasiat untuk melawan leukimia maupun myelofibrosis yang membahayakan nyawa.

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga informasinya bermanfaat dan bisa menjawab rasa ingin tahu anda serta menambah wawasan anda.Terimakasih atas kunjungannya !

by post : Obat Herbal Leukimia Tanpa Kemoterapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *